Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 November 2015

"Kibarkan Merah Putih Ke Seluruh Dunia Dengan Indonesia Berilmu"

WARTA KOTA
Senin, 16/11/2015 08:07 WIB
Minat Baca Kurang, Walikota Ajak Masyarakat Gemar Membaca
MAJA mojokerto | Gemar membaca ternyata belum membudaya di kota Mojokerto, Terbukti, hasil survei dari kelompok kerja (pokja) Program Kota Mojokerto Belingkungan Pendidikan (PKMBP), hanya 27 persen keluarga di Kota Mojokerto yang punya minat pada baca.

Untuk itu, peran serta orang tua sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan minat baca anak-anak. Dibutuhkan teladan orang tua untuk suka membaca agar anak meniru kebiasaan gemar membaca. Hal ini disampaikan Walikota Mas’ud Yunus saat membuka acara ulang tahun ke-1 Taman Baca Mojokerto Membaca di Depan Kantor Pemkot Mojokerto, Minggu (15/11). 

“Survei tersebut diukur dari sejauh mana mereka memiliki perpustakaan keluarga dan langganan koran serta majalah. Padahal kunci kemajuan sebuah bangsa itu adalah sejauh mana tingginya budaya baca,” tutur Walikota Mas’ud Yunus.

Budaya baca merupakan jendela dari ilmu pengetahuan. Dan ilmu pengetahuan itulah yang bisa merubah pola pikir manusia. Dari keterbelakangan menjadi kemajuan, dari ketidakberdayaan menjadi berdaya. “Bahkan dalam agama Islam, sebelum ada perintah sholat puasa dan zakat, perintah yang pertama kali turun di muka bumi ini adalah membaca,” seru Walikota.

Pemerintah Kota Mojokerto mempunyai visi untuk lima tahun kedepan yaitu memuwujudkan Kota Mojokerto sebagai service cityyang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral. Maka untuk mewujudkan Kota Mojokerto cerdas salah satu upaya yang dilakukan adalah bagaimana meningkatkan minat baca bagi warga Kota Mojokerto khususnya.

Di Kota Mojokerto sendiri, terdapat perpustakaan umum di Jalan Surodinawan dan telah memiliki perpustakaan mobil keliling. Perpustakaan mobil keliling ini setiap harinya berpindah tempat di tempat keramaian di Kota Mojokerto. Setiap kelurahanpun telah memiliki perpustakaan kelurahan.

Bahkan tahun depan direncarakan akan ditambah lagi fasilitas mobil perpustakaan keliling. Juga terdapat beberapa titik sudut baca yang dibangun Pemkot Mojokerto melalui Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Mojokerto. Seperti di beberapa taman di Kota Mojokerto juga akan disediakan fasilitas ini.
Untuk itu disetiap kesempatan Walikota selalu memberikan atensinya pada masyarakat yang memiliki kepedulian pada gerakan gemar membaca. Walikota yang juga penulis buku inipun selalu memberikan perhatian pada anak-anak yang berprestasi karena suka membaca.

Maka itu dalam acara kemarin, Walikota berharap Taman Baca yang tumbuh dari masyarakat juga harus terus dikembangkan. Hal ini untuk menunjang minat dan budaya baca di Kota Mojokerto. “Saya memberikan apresiasi yang tinggi pada Taman BacaMojokerto Membaca ini. Karena atas inisiatif dan peran serta masyarakat, semoga dapat terus mendukung pendidikan dan kemajuan Kota Mojokerto,” harap Walikota. (fan/humas kota)





http://www.majamojokerto.com/agenda/195/Minat-Baca-Kurang--Walikota-Ajak-Masyarakat-Gemar-Membaca


Kota Mojokerto Raih Penghargaan Kota Cerdas Indonesia 2015‏

Kita patut bangga lhooo.... Mojokerto Ku hebatttt :)http://www.suaraharianpagi.com/2015/08/kota-mojokerto-raih-penghargaan-kota.html

Kota Mojokerto Raih Penghargaan Kota Cerdas Indonesia 2015‏

Written By Ari Saputra on 18 Aug 2015 | 09:54

Mojokerto - SHP 
   Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus Kamis 13/8 menerima penghargaan Kota Mojokerto sebagai Kota Cerdas Indonesia 2015. Indeks Kota Cerdas Indonesia (ICKI) diadakan olehHarian Kompas dan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan didukung PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN). Malam Penganugerahan Kota Cerdas 2015 digelar di Grand Ballroom, Hotel Shangri-La, Jakarta dan dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla.
   Walikota Mas’ud Yunus mengatakan bahwa Kota Mojokerto berhasil mendapatkan penghargaan tersebut berkat peran serta seluruh elemen masyarakat. “Salah satunya yaitu masyarakat turut serta mewujudkan Kota Mojokerto berlingkungan pendidikan. Setiap malam orang tua dan seluruh warga memberi kesempatan anak-anak untuk belajar,” tuturnya.
  Penghargaan Kota Cerdas merupakan puncak rangkaian penyusunan Indeks Kota Cerdas Indonesia 2015 yang telah diluncurkan pada 24 Maret 2015 lalu. Penyusunan IKCI 2015 dilatarbelakangi semakin banyaknya penduduk di perkotaan dan kompleksitas permasalahan kota. 
   Kondisi inilah yang kemudian melahirkan tantangan bagaimana cara mengelola kota dengan cerdas dan bertujuan akhir meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup penduduknya. Perbaikan-perbaikan dan penerapan konsep kota cerdas pun muncul sehingga pemimpin daerah dituntut untuk terus berinovasi.
   Inovasi yang berhasil memperbaiki kualitas hidup warga inilah yang kemudian patut diapresiasi lewat penyusunan IKCI 2015 dan kegiatan penganugerahan Kota Cerdas 2015. Penghargaan ini diberikan untuk menghargai daerah yang sudah berhasil, sekaligus mendorong kota-kota lain untuk ikut bergerak bersama menerapkan konsep kota cerdas.
   Adapun faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan IKCI 2015 meliputi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Untuk Anugerah Kota Cerdas 2015 se-Indonesia terpilih 15 Kota yang masing-masing terbagi tiga kategori. Yaitu kategori kota kecil berpenduduk hingga 200.000 jiwa, kategori kota sedang berpenduduk 200.000 hingga 1 juta jiwa dan kota besar berpenduduk di atas 1 juta jiwa.
   Untuk mendapatkan penilaian dari masyarakat, Litbang Kompas melakukan survei tatap muka kepada 6.000 responden di 15 kota tersebut. Sebanyak 755 tenaga lapangan lepas terlibat dalam survei ini. Hasil survei membuahkan tingkat kematangan kota yang duduk di peringkat pertama hingga kelima di masing-masing kategori. Tingkat kematangan kota memperlihatkan sejauh mana konsep kota cerdas telah diterapkan oleh kota tersebut bidang ekonomi, sosial, lingkungan, serta aspek enabler. Kota Mojokerto Jawa Timur berhasil meraih Juara IV kategori kota kecil berpenduduk hingga 200.000 jiwa.
   Selain kategori berdasarkan jumlah penduduk, Anugerah Kota Cerdas 2015 juga memberikan penghargaan untuk Kota Cerdas dari tiga kategori, yaitu kategori ekonomi, kategori sosial, dan kategori lingkungan hidup. Penghargaan untuk kategori ekonomi jatuh pada Kota Magelang Jawa Tengah. Sedangkan penghargaan untuk kategori sosial jatuh pada Kota Madiun Jawa Timur. Serta kategori lingkungan jatuh pada Kota Surabaya Jawa Timur.
   Walikota Mas’ud Yunus mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Mojokerto atas capaian yang membanggakan ini. “Semoga dengan capaian ini, Pemerintah Kota Mojokerto bersama seluruh masyarakat terus berperan aktif untuk menjadikan kota cerdas sehingga visi Kota Mojokerto sebagai Service City yang maju dapat terwujud. Yang endingnya masyarakat Kota dapat semakin sejahtera,” pesannya. *ds